• Jelajahi

    Copyright © Citra Nusa Online

    Iklan

    Iklan

    Diduga Ada Upaya Kriminalisasi Pejabat ASN di Polres Sumba Timur

    PT Mitratin Group
    Saturday, June 29, 2019, June 29, 2019 WIB Last Updated 2019-06-29T03:09:30Z
    Refafi Gah, SH, M.Pd

    Kupang, citranusaonline.com - Diduga ada upaya kriminalisasi terhadap seorang Pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Lodowyk Dimalulu, S.Pi alias Dodi oleh Kepolisian Resort (Polres) Sumba Timur - NTT terkait masalah jual beli tanah yang dilaporkan oleh Warga Negara Asing (WNA), Marc Mardhoce Benzimon.

    Dugaan kriminalisasi tersebut terungkap dalam surat permintaan penghentian penyidikan dari Kantor Pengacara Refafi Gah, SH dan Patners (sebagai pengacara Dodi, red) tertanggal 21 Maret 2019 kepada Kapolda NTT yang copiannya diperoleh citranusaonline.com.

    "Tentu kita tahu bahwa mentersangkakan orang yang tidak bersalah itu adalah bentuk KRIMININALISASI yaitu suatu perbuatan yang tidak dilakukan tapi dipidanakan? Kemudian dibentuk suatu simulasi yang seolah-olah yang bersangkutan melakukan kejahatan penipuan," tulis Refafi Gah, SH & Patners.

    Menurut Refafi Gah & Patners, upaya kriminalisasi tersebut bermula dari pengaduan Marc ke Polres Sumba Timur terkait masalah jual beli tanah. Berdasarkan laporan Marc, Penyidik Polres Sumba Timur memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Dodi.

    Kemudian Dodi ditetapkan sebagai tersangka tanpa didasari bukti keterlibatannya dalam masalah yang dilaporkan Marc pada tanggal 14 Februari 2017. Pada tanggal 23 Mei 2017, Dodi ditangkap oleh penyidik. Lalu keluar surat perintah penahanan sehari kemudian.

    Mantan pengacara Dodi, Refafi Gah, SH yang dihubungi citranusaonline.com Sabtu (29/6/19), mengakui adanya dugaan upaya kriminalisasi terhadap Dodi. Sebagai keluarga, katanya, pihaknya merasa kecewa dengan tindakan oknum penyidik Polres Sumba Timur yang tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

    "Telah terjadi perbuatan melawan hukum dan sewenang-wenang karena penyidik menyatakan secara sepihak adanya penipuan penjualan setifikat tanah milik Mariance Libertina Rihi (isteri Dodi, red) oleh Dodi kepada Marc. Padahal itu tidak pernah terjadi," tandas Refafi.

    Kronologis kejadian yang sebenarnya, jelas Refafi, Mariance (isteri Dodi, red) menjual sebidang tanah hak miliknya dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) No.02225 atas namanya yang terletak di Laipori kepada Pepy Sedana. Transaksi jual-beli tanah tersebut dilakukan di depan Notaris Paul Djara Liwe, SH.

    "Jadi Ibu Mariance (isteri Dodi) tidak pernah menjual tanahnya kepada Marc Benzimon. Lalu mengapa penyidik Polres Sumba Timur menetapkan Dodi sebagai tersangka, menangkap dan menahannya? Ada apa dibalik itu?" ujar Refafi. (cn/ian)
    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Terkini