• Jelajahi

    Copyright © Citra Nusa Online

    Iklan

    Iklan

    Dipolisikan, SMPK St. Fransiskus Minta Arahan Keuskupan Ruteng

    PT Mitratin Group
    Saturday, July 13, 2019, July 13, 2019 WIB Last Updated 2019-07-13T09:01:08Z
    Marselinus Suliman

    Ruteng, citranusaonline.com - Pihak SMPK St. Fransiskus Ruteng meminta arahan dari pimpinan gereja keuskupan Ruteng dalam menanggapi laporan Marselinus Suliman ke Polres Manggarai, maupun pilihan solusi yang ditawarkan Bupati Manggarai untuk memediasi  kasus tersebut.

    Demikian Kepala SMPK St. Fransiskus Ruteng, Rm. Ferdinandus Usman, S. Fil., kepada media ini melalui pesan WhatsApp-nya, Jumat (12/7/2019).

    Rm. Ferdinandus Usman dimintai tanggapannya terkait tawaran bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH., untuk memediasi kasus antara orangtua murid dengan pihak SMPK St. Fransiskus Ruteng.

    Rm. Ferdinanandus mengatakan, pihaknya meminta arahan dari pimpinan gereja keuskupan Ruteng dalam menanggapi laporan salah satu orangtua murid yang anaknya mengikuti ujian kenaikan kelas beberapa waktu lalu, maupun pilihan solusi yang ditawarkan Bupati Manggarai untuk melakukan mediasi.

    "Nanti kami akan konsultasi dengan kuasa hukum sambil meminta arahan dari pimpinan gereja di Keuskupan Ruteng dalam menanggapi laporan Bapak Marsel (Marselinus Suliman, Red) dan pilihan solusi yang ditawarkan Bupati Manggarai," tulis Rm. Ferdinandus.

    Rm. Ferdinandus juga mengatakan, pihaknya telah menunjuk kuasa hukum dalam menghadapi laporan dugaan tindak pidana seperti yang dilaporkan oleh salah satu orangtua murid ke Polres Manggarai.

    "Karena laporannya berkaitan dengan dugaan tindak pidana, maka kami menunjuk kuasa hukum Rm. Marten Jenarut, Pr., S. Fil, SH, MH. Nanti kami akan lakukan konsultasi hukum, sambil meminta arahan dari pimpinan gereja Keuskupan Ruteng," tulis Rm. Ferdinandus.

    Koreksi Diri

    Sementara itu, orangtua murid, Marselinus Suliman, SH., yang dikonfirmasi terkait upaya mediasi oleh bupati Manggarai, melalui pesan WhatsApp-nya mengharapkan agar secara kelembagaan, pihak SMPK St. Fransiskus Ruteng koreksi diri demi kebaikan bersama ke depannya. "Yang paling penting dalam kasus ini adalah adanya koreksi diri secara pribadi maupun kelembagaan untuk kebaikan bersama ke depannya," tulis Suliman.

    Lanjut Suliman menulis, "Bagi kami, ruang mediasi dalam kasus ini, sekecil apapun pasti ada. Namun, kami dan anak kami berada di pihak yang dikorbankan. Pelapor dalam dugaan tindakan pidana ini adalah kami sebagai keluarga korban," lanjutnya.

    Namun, Suliman menegaskan, tidak mungkin pihaknya yang akan mengakhiri kasus ini. "Tidak mungkin kami yang memulai dan kami yang mengakhiri kasus ini," demikian Suliman.

    Seperti yg diberitakan sebelumnya, Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH., akan melakukan mediasi atas persoalan antara orangtua murid dan pihak SMPK St. Fransiskus Ruteng.

    Kasus tersebut berawal dari pemberian nilai nol terhadap anak Marselinus Suliman,  saat ujian kenaikan kelas di SMPK St. Fransiskus Ruteng. Selain mendapat nilai nol, anak Marselinus Suliman dikeluarkan dari sekolah tersebut.

    Pemberian nilai nol tersebut, oleh Marselinus Suliman, dinilai telah sebagai tindakan diskriminasi terhadap anaknya,  karena ada siswa di sekolah tersebut yang tidak mengikuti ujian mata pelajaran Seni-Budaya, namun tidak diberikan nilai nol bahkan tidak naik kelas. Tindakan tersebut sudah dilaporkan ke Polres Manggarai pada 6 Juli lalu. (cn/aka)
    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Terkini