• Jelajahi

    Copyright © Citra Nusa Online

    Iklan

    Iklan

    Mentan Lepas Ekspor Komoditi Pertanian Dari NTT

    PT Mitratin Group
    Saturday, December 14, 2019, December 14, 2019 WIB Last Updated 2021-07-22T09:42:28Z
    Mentan SYL Saat Melepas Ekspor Komoditi Pertanian NTT dari Kupang

    Kupang, Citra Nusa Online.Com - Potensi ekspor komoditas pertanian asal NTT, terutama komoditas perkebunan sangat besar. Namun sayang aktivitas ekspor komoditas perkebunan ini tidak ekspor langsung dari NTT, melainkan masih dilakukan melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

    Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat melakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian asal NTT di Pelabuhan Tenau, Kupang (14/12/19).

    "Bukan hal yang mustahil jika kita ingin membuka akses ekspor secara langsung dari NTT.  Beberapa kendala yang dihadapi saat ini, InsyaAllah bisa dicarikan solusinya salah satunya dengan mengundang investor," tutur SYL.


    Menurut SYL, ada dua penyebab utama kenapa ekspor komoditas perkebunan NTT melalui Surabaya. Pertama, dikarenakan di Kupang - NTT tidak tersedia perusahan fumigasi. Padahal selama ini, negara tujuan ekspor komoditas pertanian unggulan asal NTT seperti asam, kemiri, mete, biji gowang dan biji kakao mempersyarat fumigasi sebagai persyaratan ekspornya.

    Kedua, di Kupang tidak tersedia kontainer khusus jalur internasional, sehingga komoditas ekspor asal NTT harus transit di Surabaya agar dapat berganti kontainer khusus jalur internasional. Sementara jika eksportir mendatangkan kontainer khusus ini, tidak menutup biaya pengirimannya.

    Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah daerah beserta dengan instansi terkait dapat melakukan upaya-upaya penyelesaiannya. "Seperti mencari investor yang mendirikan perusahaan fumigasi di Kupang ataupun dapat mendatangkan kontainer khusus tersebut," katanya.

    Menurut SYL, penguatan di sektor investasi dan meningkatkan ekspor merupakan program Presiden Jokowi. "Jadi harus kita jalankan bersama agar pembangunan pertanian di NTT juga dapat meningkat dengan tajam. Kebijakan ini tentu juga dapat mendongkrak ekspor komoditas pertanian asal NTT tiga kali lipat," tambah SYL.

    Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, menambahkan pihaknya siap membantu mensertifikasi perusahaan fumigasi agar sesuai dengan standar persyaratan SKIM Audit Karantina yang telah diakui internasional.

    Berdasarkan data dari sistem automasi perkarantinaan, ada 8 komoditas potensi ekspor asal NTT yang selama ini dikeluarkan melalui Surabaya, yaitu kopra, asam, kemiri, mete, vanili, biji gowang, SBW dan biji kakao.

    "Sebenarnya tujuan 8 komoditas potensi ekspor ini adalah, China, Bangladesh dan India. Potensi ekspor yang tercatat ditahun 2019 ini mencapai Rp. 6477,78 M naik 21%dibanding tahun 2018 yang hanya mencapai Rp. 534 M," terang Jamil. (cn/*)
    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Terkini