• Jelajahi

    Copyright © Citra Nusa Online

    Iklan

    Iklan

    Pemkot Kupang Alokasi Rp 500 Juta Setiap Kelurahan Guna Atasi Dampak Ekonomi Corona

    PT Mitratin Group
    Thursday, April 23, 2020, April 23, 2020 WIB Last Updated 2021-07-22T16:58:05Z

    Kupang. Citra Nusa Online. Com– Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25,5 Milyar atau sekitar Rp 500 juta bagi setiap kelurahan untuk mengatasi dampak ekonomi yang dialami masyarakat Kota Kupang akibat wabah Virus Corona (Covid-19).

    Demikian dikatakan Wakil Walikota Kupang, Herman Man kepada media usai melakukan teleconfrence dengan Gubernur NTT dan para kepala/wakil kepala daerah seluruh NTT di Balai Kota, Senin (31/03/2020) siang.

    Menurut Herman. Pemkot Kupang melakukan rasionalisasi anggaran APBD Kota Kupang TA 2020 sekitar Rp 45 Milyar untuk membiayai ‘perang’ melawan Virus Corona, termasuk mengatasi dampak ekonomi akibat wabah virus Corona bagi masyarakat Kota Kupang.

    Dalam dana Rp 45 Milyar tersebut, jelas Herman,  terakomodir dana untuk penanganan dampak ekonomi rakyat. “Jumlahnya sekitar Rp 25,5 miliar. Untuk mendapatkan besaran anggaran tersebut, dilakukan rasionalisasi pada setiap proyek yang belum ditender,” ujarnya.

    Anggaran tersebut, kata Herman, akan didistribusikan 51 kelurahan di Kota Kupang. “Untuk penanganan dampak ekonomis kita persiapkan Rp 500 juta bagi setiap kelurahan sehingga untuk keseluruhannya mencapai Rp 25,5 miliar,” ujarnya.

    Anggaran tersebut, lanjut Herman, berasal dari rasionalisasi anggaran proyek-proyek dalam APBD Koa Kupang TA 2020 yang sedang disusun saat ini. “Jadi nanti proyek-proyek yang belum ditender nanti kita akan rasionalisasi kembali. Kita membatalkan seluruhnya, konsentrasi pada hal-hal yang sudah disepakati,” tandasnya.

    Selain untuk mengatasi dampak ekonomi, papar Herman, dana dari rasionalisasi anggaran tersebut juga akan digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan berupa kamar isolasi pasien Corona.  “Anggaran itu akan digunakan untuk pengadaan 10 ruang isolasi dengan dilengkapi hepafilter untuk pembersih udara dan sterilisasi ruangan. Jadi total dana yang akan dirasionalisasi sekitar Rp 45 miliar,” jelasnya.


    Selain itu, kata Herman, dana tersebut juga akan digunakan untuk membangun rumah tunggu untuk para petugas kesehatan yang merawat pasien Corona.  “Jadi selama mereka bertugas itu mereka tidak pulang, karena itu disiapkan asrama dan biaya hidup mereka sampai penanganan kasus selesai,” ujarnya.


    Herman menjelaskan, anggaran yang ada saat ini guna mendukung Tim Gugus Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 yang bersumber dari dana tanggap darurat sekitar Rp 1 miliar. “Juga dari dana rasionalisasi bidang kesehatan, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik sekitar Rp 4,5 miliar,” ungkapnya. (cn/*)
    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Terkini